Senin, 26 November 2018

SIDANG KASUS NARKOBA


JAYABAYA NEWS, JAKARTA  - Sidang kasus kepemilikan narkoba dengan tersangka bernama Dicky warga jalan baru, clincing jakarta utara di gelar di pengadilan negri (PN) jakarta utara pada kamis (22/11/2018)

Jaksa penuntut umum menuntut terdakwa dengan hukuman penjara selama satu tahun enam bulan.jaksa menilai terdakwa bersalah atas kepemilikan narkoba kelas satu,
menurut terdakwa bersalah melakukan tindak pidana penyalahan narkotika sebagai tercantum dalam pasal 127 ayat 1 dan 2 dengan tuntutan pidana selama 1 tahun 6 bulan dikurangi masa tahanan.
Majelis hakim yang memimpin jalan nya persidangan pun menanyakan jawaban terdakwa atas tuntutan yang telah dibacakan oleh jaksa.
Setelah berkomunikasi dengan kuasa hukum, terdakwa mengungkapkan pembelaan akan dilanjutkan pada minggu depan.
majelis hakim pun memutuskan agar sidang akan dilanjutkan lagi pada minggu depan.
"Baik dengan begitu sidang dilanjutkan minggu depan dengan agenda tanggapan terdakwa" ujar majelis hakim seraya mengetuk palu tanda telah ditutup nya sidang hari ini.

Senin, 12 November 2018

SEORANG PEMUDA TEWAS SETELAH DITUSUK KENALAN NYA

JAYABAYA NEWS, JAKARTA
Rudy meninggal dunia setelah ditusuk oleh seorang pria di Cipinang, kecamatan Pulogadung Jakarta timur, Jumat (12/11).

Pria 25 tahun itu menghembuskan nafas terakhir nya setelah sempat dirawat selama empat jam di RS cipto mangunkusumo

Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat itu Rudy datang ke tempat kejadian perkara (TKP) sendirian.

 Dia lantas bertemu dengan pelaku yang merupakan kenalan nya di salah satu cafe di  jakarta timur
entah apa yang mereka perbincangkan, tiba tiba pelaku menusuk Rudy sebanyak 5 kali dibagian dada hingga perut.

Setelah itu pelaku melarikan diri, sementara korban langsung dilarikan oleh warga setempat ke rumah sakit cipto mangunkusumo.

     "Benar semalam ada penganiyayan yang menyebabkan korban meninggal Dunia setelah sempat dilarikan ke RSCM" kata adit yang merupakan saksi mata di TKP.

Pihak kepolisian, belum bisa menyimpulkan motif pelaku membunuh korban
Dugaan saat ini korban dan pelaku memiliki dendam pribadi.

kepolisian jakarta timur sudah mengantongi identitas pelaku dan saat ini pelaku sedang dalam penggejaran.



Minggu, 10 Juni 2018

Suasana Ramadhan di PRJ

Suasana Ramadhan di 
  Pekan Raya Jakarta


Seperti biasa setiap Event Tahunan ini di selenggarakan, banyak warga yang antusias menyambut sehingga Kemacetan sanggat terasa, terutama di pintu masuk PRJ
Banyak warga yang berbondong bondong ke datang untuk memburu sale atau diskon yang diadakan oleh panitia penyelenggara.
Saya juga melihat ada beberapa orang yang membeli aksesoris khas Jakarta seperti, Kaos, gantungan kunci, tas yang bertemakan Jakarta. Dan mereka juga mencicipi makanan khas Jakarta di sana yaitu Kerak Telor,  Saya menilai bahwa mereka merupakan Orang dari luar Jakarta dan membeli nya untuk kenang kenangan.
Disana Juga berdiri Stand stand yang ikut memeriahkan PRJ kali ini, seperti Stand Otomotif dengan segala aksesoris nya ada juga Stand baju, Celana, dan Sepatu yang Habis di serbu para pengunjung terutama ibu ibu.

Disana juga banyak terlihat para SPG yang menawarkan produk mereka, Salah satu dari mereka ada yang bernama Sonia yang merupakan SPG Produk minuman.
Biaya pendidikan yang tinggi membuat Sonia berkerja sebagai SPG.
  "Sebelum memutuskan untuk Kuliah, aku sempat kerja dan fokus online shop. aku enga langsung kuliah karna aku mikir mikir soal biaya, dan orang tua juga keberatan karena enga ada kesiapan ekonomi gitu. Makan nya aku baru kuliah setelah dua tahun lulus SMA. itupun aku pakai tabungan ku sendiri. Bisa dibilang telat sih,
 tapi buat ku enga masalah"
  Kata Sonia mengapa dia menjadi SPG.
Sonia kini mengaku bersyukur bisa hidup lebih mandiri, dan urusan kuliah pun
 bisa membiayai nya.
Menurut Sonia, masyarakat nggak tahu aja di balik perjuangan para SPG. Apalagi ketika melihat teman-temannya sepekerjaan.
Sonia berani menjamin kalau uang yang dia dapat itu halal. “Duit kita dapat dengan kerja keras, pontang-panting, kadang seharian penuh, kadang nggak ada liburnya, pulang bisa paling akhir kalau ada acara, dan ada target juga. Terus kenapa bisa dengan mudah menilai kalau SPG itu kerjaannya gampang?”

Percakapan saya dan Sonia pun saya akhiri sampai sini.

Senin, 28 Mei 2018

PENGERTIAN BAHASA JURANLISTIK

Pengertian Bahasa Jurnalistik

BAHASA Jurnalistik adalah gaya bahasa yang digunakan wartawan dalam menulis berita.

Sebutan lain bahasa jurnalistik adalah bahasa media, bahasa pers, dan bahasa koran (newspaper language).

Dengan menggunakan bahasa khas wartawan ini, maka tulisan di media menjadi ringkas, padat, mudah dipahami, efektif, efisien, dan enak dibaca.

Wartawan dapat meringkas banyak fakta dan memadatkan makna dalam sebuah kata atau kalimat.
Bahasa jurnalistik disebut juga Bahasa Komunikasi Massa (Language of Mass Communication), yakni bahasa yang digunakan dalam komunikasi melalui media massa, baik komunikasi lisan (tutur) di media elektronik (radio  dan TV) maupun komunikasi tertulis (media cetak dan online), dengan ciri khas singkat/ringkas, lugas, padat, dan mudah dipahami.

Bahasa Jurnalistik membuat tulisan di media komunikatif. Artinya, langsung menjamah materi atau langsung ke pokok persoalan (straight to the point), bermakna tunggal, tidak konotatif, tidak berbunga-bunga, tidak bertele-tele, dan tanpa basa-basi.

Bahasa Jurnalistik juga spesifik, yaitu mempunyai gaya penulisan tersendiri, yakni kalimatnya pendek-pendek, kata-katanya ringkas dan jelas, serta mudah dimengerti orang awam (menggunakan bahasa yang biasa digunakan secara umum).

Bahasa Jurnalistik hadir atau diperlukan oleh insan pers atau awak media untuk kebutuhan komunikasi efektif dengan pembaca (juga pendengar dan penonton).

Pengertian Bahasa Jurnalistik
Berikut ini beberapa Pengertian Bahasa Jurnalistik menurut para ahli dan praktisi media.

Menurut Rosihan Anwar, bahasa jurnalistik adalah bahasa yang digunakan oleh wartawan dinamakan bahasa pers atau bahasa jurnalistik. Bahasa jurnalistik memiliki sifat-sifat khas yaitu : singkat, padat, sederhana, lancer, jelas, lugas, dan menarik.

Bahasa jurnalistik didasarkan pada bahasa baku, tidak menganggap sepi kaidah-kaidah tata bahasa, memperhatikan ejaan yang benar, dalam kosa kata bahasa jurnalistik mengikuti perkembangan dalam masyarakat.

Menurut Wojowasito, bahasa jurnalistik adalah bahasa komunikasi massa sebagai tampak dalam harian-harian dan majalah-majalah. Dengan fungsi yang demikian itu bahasa tersebut haruslah jelas dan mudah dibaca oleh mereka dengan ukuran intelek yang minimal.

Bahasa jurnalistik digunakan agar sebagian besar masyarakat yang melek huruf dapat menikmati isinya. Walaupun demikiantuntutan bahwa bahasa jurnalistik harus baik, tak boleh ditinggalkan.

Dengan kata lain bahasa jurnalistik yang baik haruslah sesuai dengan norma-norma tata bahasa yang antara lain terdiri atas susunan kalimat yang benar, pilihan kata yang cocok.

Menurut Yus Badudu, bahasa suratkabar harus singkat, padat, sederhana, jelas, lugas, tetapi selalu menarik. Sifat-sifat itu harus dipenuhi oleh bahasa surat kabar mengingat bahasa surat kabar dibaca oleh lapisan-lapisan masyarakat yang tidak sama tingkat pengetahuannya.

Mengingat orang tidak harus menghabiskan waktunya hanya dengan membaca surat kabar, bahasa jurnalistik harus lugas, tetapi jelas, agar mudah dipahami. Orang tidak perlu mesti mengulang-ulang apa yang dibacanya karena ketidakjelasan bahasa yang digunakan dalam surat kabar.

Karakteristik Bahasa Jurnalistik
Karakteristik atau ciri-ciri bahasa jurnalistik yang utama adalah sebagai berikut:

Hemat Kata. Memilih kata yang lebih ringkas: kemudian = lalu, kurang lebih = sekitar, melakukan pencurian = mencuri, memberikan saran = menyarankan.
Lugas. To the point, tidak berbunga-bunga, tidak menggunakan kata-kata berona (colorful words): menitikkan air mata = menangis; memiliki sebuah asa = berharap.
Umum/Sederhana. Menggunakan kata-kata populer yang dipahami orang awam.
Menghindari Kata Mubazid dan Kata Jenuh.
Penggunaan bahasa jurnalistik dalam penulisan berita atau artikel akan membuat naskah menjadi ringkas, padat, mudah dipahami, efektif, efisien, dan enak dibaca.

Dalam menulis berita, wartawan mengacu pada formula 5W+1H, meliputi Siapa (Who) melakukan Apa (What), Kapan (When), di mana (Where), Kenapa (Why), dan Bagaimana (How).

Dengan menggunakan bahasa jurnalistik, sebuah peristiwa, misalnya Aksi Demonstrasi, dapat disusun naskah beritanya sebagai berikut:

Ratusan Mahasiswa Bandung berunjuk rasa, Selasa (11/7/2015), di depan Gedung Sate Jln Diponegoro Kota Bandung, untuk menuntut pemerintah tidak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Aksi dilakukan setelah muncul kabar pemerintah akan menaikkan harga BBM bulan depan. Aksi berlangsung damai.

Dalam contoh di atas, dalam penulisan unsur waktu, bahasa jurnalistik cukup menuliskan Selasa (11/7/2015), bukan pada hari Selasa tanggal 11 Juli 2015.

Unsur tempat cukup ditulis di depan Gedung Sate Jln Diponegoro Kota Bandung, tanpa menuliskan bertempat di depan Gedung Sate.

Bahasa Jurnalistik menghindari penggunaan kata/kalimat panjang, seperti:

kemudian > lalu
kurang lebih > sekitar
melakukann pencurian > mencuri
mengalami penurunan > turun, menurun
pada hari Senin > Senin
pada tanggal 10 Januari 2017 > 10 Januari 2017
tanggal 17 Agustus 2017 mendatang > pada 17 Agustus 2017
Dalam penulisan berita, banyak wartawan yang sering “melupakan” bahasa khasnya ini.

Misalnya, banyak ditemukan penulisan 29 Juli mendatang ketimbang 29 Juli 2015. Kata “mendatang” dan “lalu” sering muncul saat menuliskan unsur waktu.

BERIKUT MMERUPAKAN PENGERTIAN DARI BAHASA JURNALISTIK




Tugas Penulisan Berita

 Tugas Penulisan Berita



JAKARTA —- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Bambang Soesatyo atau yang akrab dipanggil Bamsoet menyebutkan, sejak pertamakali dilantik sebagai Ketua DPR RI, dirinya berharap agar hubungan antara DPR dengan KPK yang selama ini “panas dingin” berangsur-angsur mencair atau membaik.
“Sejak dilantik, saya mencoba berkoordinasi dengan Pimpinan KPK, salah satunya untuk memperbaiki hubungan yang sebelumnya sempat renggang, selain itu kita juga meningkatkan kerjasama dengan KPK, alhamdulilah hubungan antara kedua institusi tersebut saya rasa semakin membaik, mudah-mudahan ke depannya terus membaik” jelasnya saat di Gedung KPK Jakarta.
Kedatangan Bamsoet dalam rangka menghadiri undangan acara “KPK Mendengar” yang diselenggarakan di Gedung KPK Jakarta.
Menurut Bamsoet, dirinya tentu saja tidak menginginkan citra DPR sebagai wakil rakyat terus memburuk di mata masyarakat dan sering mendapatkan kritik, salah satunya karena hubungannya dengan KPK yang kurang harmonis.
Menurutnya, salah satu hal pokok yang harus diperbaiki untuk mengembalikan hubungan baik antara KPK dengan DPR adalah masalah Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket. Bamsoet mengiginkan agar kesimpulan terkait hasil Pansus Hak Angket DPR terhadap KPK dapat berjalan dengan baik atau sesuai dengan yang diharapkan.
Bamsoet berharap Pansus Hak Angket segera diselesaikan, sehingga ke depan tidak ada lagi ganjalan atau rintangan yang mempengaruhi hubungan baik antar kedua lembaga Pemerintah tersebut.
“Pada prinsipnya DPR hingga saat ini masih tetap berkomitmen untuk terus mendukung kinerja KPK, khususnya dalam hal pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Penanganan kasus perkara korupsi di Indonesia tentu saja tidak bisa hanya dilakukan oleh KPK saja, melainkan juga semua elemen masyarakat, termasuk di antaranya juga wakil rakyat yang ada di parlemen” pungkas Bamsoet.
Sementara itu Ketua KPK Agus Rahardjo saat jumpa pers mengatakan bahwa pihaknya berterimakasih dan mengapresiasi tetkait langkah-langkah yang diambil Pimpinan DPR dalam rangka memperbaiki hubungan atau koordinasi antara kedua lembaga tersebut. Dirinya berharap bahwa hubungan atau kerjasama yang semakin baik tentu saja akan memperkuat semangat pemberantasan korupsi di Indonesia.

Wawancara artis Abdel ahlcrian

Senin (21/5/2018)
Saat ini saya akan menuju ke epicentrum(ANTV) dengan maksud menyelesaikan tugas kuliah yaitu wawancara singkat kepada Pelawak, yang sudah malang melintang di dunia Hiburan Tanah air. Saya melakukan ini untuk memenuhi tugas mata kuliah Teknik Wawancara.

Abdel dengan nama lengkap Abdel Alchrian lahir di Jakarta, 27 September 1970. adalah pemeran, pelawak, presenter televisi Indonesia  keturunan Minangkabau. Ia memulai karier sebagai penyiar radio, kemudian merambah dunia lawak melalui situasi komedi Abdel dan Temon bersama dengan Simson Rarameha. 

 Ia juga menjadi presenter dalam acara rohani Mamah dan Aa dengan Ustadzah Mamah Dedeh. Dan Juga ia sekarang masih aktif menjadi Juri di salah satu ajang pencarian bakat Stand up Comedy di Indosiar bersama Raditya Dika, Panji Pragiwaksono dan Ernest Prakasa.


























Rabu, 21 Maret 2018

Tehnik wawancara

  ° TEHNIK WAWANCARA °

Wawancara Jurnalistik

untuk menjadi seorang Jurnalis atau wartawan, ada keahlian atau kemampuan yang harus dimiliki agar dapat mengumpulkan informasi yang bisa dijadikan sebagai berita serta tidak menyalahi Kode Etika Jurnalistik, yaitu dengan Wawancara.
Wawancara jurnalistik adalah wawancara yang dilakukan wartawan dengan sumber berita untuk mendapatkan informasi yang menarik dan penting bagi khalayak. Dengan demikian, wawancara jurnalistik bukan untuk kepentingan wartawan maupun kepentingan sumber berita, tapi  untuk kepentingan khalayak. Maka pemilihan topik wawancara maupun penentuan sumber yang akan diwawancarai harus berdasarkan pertimbangan untuk kepentingan khalayak.

Itulah mengapa hasil wawancara jurnalistik selalu menarik bagi khalayak, karena memang dirancang untuk kepentingan mereka. Apalagi kalau sumber yang dipilih adalah sumber yang sangat kompeten dan menarik, pasti hasil wawancaranya akan menarik meski ditulis oleh wartawan yang tidak terkenal.  Sebab hasil wawancara tersebut akan memberi informasi sekaligus menghibur mereka.

Ragam wawancara jurnalistik sebagai berikut:

Wawancara dengan perjanjian, biasanya dilakukan dengan sumber sudah dikenal luas (wellknow subject). Kelebihannya,  informasi yang didapat sangat ekslusif,  tidak diketahui oleh wartawan lain. Namun wawancara seperti ini perlu persiapan matang agar mendapat hasil maksimal.
Konferensi Pers, yaitu beberapa wartawan memenuhi undangan seseorang atau lembaga untuk mendengar penjelasan, lalu diberi kesempatan mengajukan pertanyaan. Biasanya waktu wawancara sangat singkat  sehingga pertanyaan sangat terbatas. Juga informasinya bersifat terbuka, semua wartawan memperoleh informasi yang sama.
Wawancara on the spot, yaitu wawancara  di tempat kejadian, misalnya kecelakaan  atau bencana.  Kelemahannnya,  pertanyaan diajukan secara spontan kepada orang yang tidak dikenal. Wawancara dilakukan dalam situasi psikologis yang sangat tidak kondusif bagi sumber yang diwawancara, misalnya masih sangat emosional akibat bencana tersebut.
Wawancara  cegat pintu (door stop), yaitu wawancara dengan cara mencegat tokoh di tempat acara.  Keuntungannya, bisa mendapatkan jawaban spontan karena sumber tanpa persiapan sebelumnya. Kelemahannya, wawancara kadang berlangsung di tempat ramai dalam suasana terburu-buru.
Wawancara telepon, yaitu wawancara jarak jauh memanfaatkan media telepon. Kelebihan wawancara ini, bisa dilakukan kapan saja dengan biaya murah. Istilahnya, “kita bisa masuk ke dapur orang tanpa harus mengetuk pintu”. Kelemahannya, tidak semua sumber bersedia diwawancarai dengan cara ini. Juga tidak bisa melihat nuansa (roman muka dan gerak-gerik) orang yang diwawancarai.
Wawancara online, yaitu memanfaatkan media internet untuk menghubungi sumber. Persoalannya di Indonesia,  masih sedikit yang sudah akrab dengan teknologi ini, sehingga jarang ada yang bersedia melakukan wawancara seperti ini.
Wawancara tertulis, yaitu mengajukan pertanyaan tertulis agar sumber menjawab secara tertulis. Kelebihannya, wartawan bisa menyusun pertanyaan secara lengkap dan  sumber bisa menjawab dengan menyertai data. Kelemahannya, belum tentu si sumber  mau dan memiliki cukup waktu untuk menjawab pertanyaan itu. Kalaupun kita memperoleh jawabannya, belum tentu berasal dari sumber yang dimaksud.
Selain pembagian kategori wawancara menurut cara melakukan nya ada dua macam wawancara, yaitu yang pertama wawancara membuat berita kutipan (qoute story) yang di sebut juga talking news dan yang kedua membuat berita yang didasarkan oleh wawancara.
Jurnalisme modern mengenal tiga bentuk berita yang dihasilkan dari tiga macam wawancara seperti berikut ini : (1) wawancara berita(news interview) sebuah bentuk wawancara untuk memberitakan suatu keterangan ahli tentang suatu masalah yang sedang hangat (2)wawancara profil pribadi(personality interview) yang tujuan nya adalah memberikan kesempatan kepada sosok yang di wawancarai untuk mengungkapkan kepribadian nya melalui kata kata nya sendiri (3)wawancara kelompok(symposium interview) dimana pandangan atau sikap sejumlah responden yang kadang kadang besar jumlah nya, diangkat menjadi berita.
Perhatikan 3 wawancara berita diatas topik nya adalah masalah yang hangat yang di wawancarai adalah pihak pihak yang umum nya akan di terima oleh khalayak ; penjelasan nya bertujuan untuk menyingkap fakta yang tertutup kabut menjadi fakta yang menimbulkan perasaan lega karena di pahami.


Refrensi :
JURNALISTIK TEORI DAN PRAKTIK
pengantar prof.Dr.Muhammad Budyatna, M.A