Senin, 26 November 2018
SIDANG KASUS NARKOBA
Senin, 12 November 2018
SEORANG PEMUDA TEWAS SETELAH DITUSUK KENALAN NYA
Rudy meninggal dunia setelah ditusuk oleh seorang pria di Cipinang, kecamatan Pulogadung Jakarta timur, Jumat (12/11).
Pria 25 tahun itu menghembuskan nafas terakhir nya setelah sempat dirawat selama empat jam di RS cipto mangunkusumo
Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat itu Rudy datang ke tempat kejadian perkara (TKP) sendirian.
Dia lantas bertemu dengan pelaku yang merupakan kenalan nya di salah satu cafe di jakarta timur
entah apa yang mereka perbincangkan, tiba tiba pelaku menusuk Rudy sebanyak 5 kali dibagian dada hingga perut.
Setelah itu pelaku melarikan diri, sementara korban langsung dilarikan oleh warga setempat ke rumah sakit cipto mangunkusumo.
"Benar semalam ada penganiyayan yang menyebabkan korban meninggal Dunia setelah sempat dilarikan ke RSCM" kata adit yang merupakan saksi mata di TKP.
Pihak kepolisian, belum bisa menyimpulkan motif pelaku membunuh korban
Dugaan saat ini korban dan pelaku memiliki dendam pribadi.
kepolisian jakarta timur sudah mengantongi identitas pelaku dan saat ini pelaku sedang dalam penggejaran.
Minggu, 10 Juni 2018
Suasana Ramadhan di PRJ
Pekan Raya Jakarta
Seperti biasa setiap Event Tahunan ini di selenggarakan, banyak warga yang antusias menyambut sehingga Kemacetan sanggat terasa, terutama di pintu masuk PRJ
Banyak warga yang berbondong bondong ke datang untuk memburu sale atau diskon yang diadakan oleh panitia penyelenggara.
Saya juga melihat ada beberapa orang yang membeli aksesoris khas Jakarta seperti, Kaos, gantungan kunci, tas yang bertemakan Jakarta. Dan mereka juga mencicipi makanan khas Jakarta di sana yaitu Kerak Telor, Saya menilai bahwa mereka merupakan Orang dari luar Jakarta dan membeli nya untuk kenang kenangan.
Disana Juga berdiri Stand stand yang ikut memeriahkan PRJ kali ini, seperti Stand Otomotif dengan segala aksesoris nya ada juga Stand baju, Celana, dan Sepatu yang Habis di serbu para pengunjung terutama ibu ibu.
Disana juga banyak terlihat para SPG yang menawarkan produk mereka, Salah satu dari mereka ada yang bernama Sonia yang merupakan SPG Produk minuman.
Biaya pendidikan yang tinggi membuat Sonia berkerja sebagai SPG.
"Sebelum memutuskan untuk Kuliah, aku sempat kerja dan fokus online shop. aku enga langsung kuliah karna aku mikir mikir soal biaya, dan orang tua juga keberatan karena enga ada kesiapan ekonomi gitu. Makan nya aku baru kuliah setelah dua tahun lulus SMA. itupun aku pakai tabungan ku sendiri. Bisa dibilang telat sih,
tapi buat ku enga masalah"
Kata Sonia mengapa dia menjadi SPG.
Sonia kini mengaku bersyukur bisa hidup lebih mandiri, dan urusan kuliah pun
bisa membiayai nya.
Menurut Sonia, masyarakat nggak tahu aja di balik perjuangan para SPG. Apalagi ketika melihat teman-temannya sepekerjaan.
Sonia berani menjamin kalau uang yang dia dapat itu halal. “Duit kita dapat dengan kerja keras, pontang-panting, kadang seharian penuh, kadang nggak ada liburnya, pulang bisa paling akhir kalau ada acara, dan ada target juga. Terus kenapa bisa dengan mudah menilai kalau SPG itu kerjaannya gampang?”
Percakapan saya dan Sonia pun saya akhiri sampai sini.
Senin, 28 Mei 2018
PENGERTIAN BAHASA JURANLISTIK
BERIKUT MMERUPAKAN PENGERTIAN DARI BAHASA JURNALISTIK
Tugas Penulisan Berita
Kedatangan Bamsoet dalam rangka menghadiri undangan acara “KPK Mendengar” yang diselenggarakan di Gedung KPK Jakarta.
Menurutnya, salah satu hal pokok yang harus diperbaiki untuk mengembalikan hubungan baik antara KPK dengan DPR adalah masalah Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket. Bamsoet mengiginkan agar kesimpulan terkait hasil Pansus Hak Angket DPR terhadap KPK dapat berjalan dengan baik atau sesuai dengan yang diharapkan.
Wawancara artis Abdel ahlcrian
Rabu, 21 Maret 2018
Tehnik wawancara
° TEHNIK WAWANCARA °
Wawancara Jurnalistik
untuk menjadi seorang Jurnalis atau wartawan, ada keahlian atau kemampuan yang harus dimiliki agar dapat mengumpulkan informasi yang bisa dijadikan sebagai berita serta tidak menyalahi Kode Etika Jurnalistik, yaitu dengan Wawancara.
Wawancara jurnalistik adalah wawancara yang dilakukan wartawan dengan sumber berita untuk mendapatkan informasi yang menarik dan penting bagi khalayak. Dengan demikian, wawancara jurnalistik bukan untuk kepentingan wartawan maupun kepentingan sumber berita, tapi untuk kepentingan khalayak. Maka pemilihan topik wawancara maupun penentuan sumber yang akan diwawancarai harus berdasarkan pertimbangan untuk kepentingan khalayak.
Itulah mengapa hasil wawancara jurnalistik selalu menarik bagi khalayak, karena memang dirancang untuk kepentingan mereka. Apalagi kalau sumber yang dipilih adalah sumber yang sangat kompeten dan menarik, pasti hasil wawancaranya akan menarik meski ditulis oleh wartawan yang tidak terkenal. Sebab hasil wawancara tersebut akan memberi informasi sekaligus menghibur mereka.
Ragam wawancara jurnalistik sebagai berikut:
Wawancara dengan perjanjian, biasanya dilakukan dengan sumber sudah dikenal luas (wellknow subject). Kelebihannya, informasi yang didapat sangat ekslusif, tidak diketahui oleh wartawan lain. Namun wawancara seperti ini perlu persiapan matang agar mendapat hasil maksimal.
Konferensi Pers, yaitu beberapa wartawan memenuhi undangan seseorang atau lembaga untuk mendengar penjelasan, lalu diberi kesempatan mengajukan pertanyaan. Biasanya waktu wawancara sangat singkat sehingga pertanyaan sangat terbatas. Juga informasinya bersifat terbuka, semua wartawan memperoleh informasi yang sama.
Wawancara on the spot, yaitu wawancara di tempat kejadian, misalnya kecelakaan atau bencana. Kelemahannnya, pertanyaan diajukan secara spontan kepada orang yang tidak dikenal. Wawancara dilakukan dalam situasi psikologis yang sangat tidak kondusif bagi sumber yang diwawancara, misalnya masih sangat emosional akibat bencana tersebut.
Wawancara cegat pintu (door stop), yaitu wawancara dengan cara mencegat tokoh di tempat acara. Keuntungannya, bisa mendapatkan jawaban spontan karena sumber tanpa persiapan sebelumnya. Kelemahannya, wawancara kadang berlangsung di tempat ramai dalam suasana terburu-buru.
Wawancara telepon, yaitu wawancara jarak jauh memanfaatkan media telepon. Kelebihan wawancara ini, bisa dilakukan kapan saja dengan biaya murah. Istilahnya, “kita bisa masuk ke dapur orang tanpa harus mengetuk pintu”. Kelemahannya, tidak semua sumber bersedia diwawancarai dengan cara ini. Juga tidak bisa melihat nuansa (roman muka dan gerak-gerik) orang yang diwawancarai.
Wawancara online, yaitu memanfaatkan media internet untuk menghubungi sumber. Persoalannya di Indonesia, masih sedikit yang sudah akrab dengan teknologi ini, sehingga jarang ada yang bersedia melakukan wawancara seperti ini.
Wawancara tertulis, yaitu mengajukan pertanyaan tertulis agar sumber menjawab secara tertulis. Kelebihannya, wartawan bisa menyusun pertanyaan secara lengkap dan sumber bisa menjawab dengan menyertai data. Kelemahannya, belum tentu si sumber mau dan memiliki cukup waktu untuk menjawab pertanyaan itu. Kalaupun kita memperoleh jawabannya, belum tentu berasal dari sumber yang dimaksud.
Selain pembagian kategori wawancara menurut cara melakukan nya ada dua macam wawancara, yaitu yang pertama wawancara membuat berita kutipan (qoute story) yang di sebut juga talking news dan yang kedua membuat berita yang didasarkan oleh wawancara.
Jurnalisme modern mengenal tiga bentuk berita yang dihasilkan dari tiga macam wawancara seperti berikut ini : (1) wawancara berita(news interview) sebuah bentuk wawancara untuk memberitakan suatu keterangan ahli tentang suatu masalah yang sedang hangat (2)wawancara profil pribadi(personality interview) yang tujuan nya adalah memberikan kesempatan kepada sosok yang di wawancarai untuk mengungkapkan kepribadian nya melalui kata kata nya sendiri (3)wawancara kelompok(symposium interview) dimana pandangan atau sikap sejumlah responden yang kadang kadang besar jumlah nya, diangkat menjadi berita.
Perhatikan 3 wawancara berita diatas topik nya adalah masalah yang hangat yang di wawancarai adalah pihak pihak yang umum nya akan di terima oleh khalayak ; penjelasan nya bertujuan untuk menyingkap fakta yang tertutup kabut menjadi fakta yang menimbulkan perasaan lega karena di pahami.
Refrensi :
JURNALISTIK TEORI DAN PRAKTIK
pengantar prof.Dr.Muhammad Budyatna, M.A







