Minggu, 10 Juni 2018

Suasana Ramadhan di PRJ

Suasana Ramadhan di 
  Pekan Raya Jakarta


Seperti biasa setiap Event Tahunan ini di selenggarakan, banyak warga yang antusias menyambut sehingga Kemacetan sanggat terasa, terutama di pintu masuk PRJ
Banyak warga yang berbondong bondong ke datang untuk memburu sale atau diskon yang diadakan oleh panitia penyelenggara.
Saya juga melihat ada beberapa orang yang membeli aksesoris khas Jakarta seperti, Kaos, gantungan kunci, tas yang bertemakan Jakarta. Dan mereka juga mencicipi makanan khas Jakarta di sana yaitu Kerak Telor,  Saya menilai bahwa mereka merupakan Orang dari luar Jakarta dan membeli nya untuk kenang kenangan.
Disana Juga berdiri Stand stand yang ikut memeriahkan PRJ kali ini, seperti Stand Otomotif dengan segala aksesoris nya ada juga Stand baju, Celana, dan Sepatu yang Habis di serbu para pengunjung terutama ibu ibu.

Disana juga banyak terlihat para SPG yang menawarkan produk mereka, Salah satu dari mereka ada yang bernama Sonia yang merupakan SPG Produk minuman.
Biaya pendidikan yang tinggi membuat Sonia berkerja sebagai SPG.
  "Sebelum memutuskan untuk Kuliah, aku sempat kerja dan fokus online shop. aku enga langsung kuliah karna aku mikir mikir soal biaya, dan orang tua juga keberatan karena enga ada kesiapan ekonomi gitu. Makan nya aku baru kuliah setelah dua tahun lulus SMA. itupun aku pakai tabungan ku sendiri. Bisa dibilang telat sih,
 tapi buat ku enga masalah"
  Kata Sonia mengapa dia menjadi SPG.
Sonia kini mengaku bersyukur bisa hidup lebih mandiri, dan urusan kuliah pun
 bisa membiayai nya.
Menurut Sonia, masyarakat nggak tahu aja di balik perjuangan para SPG. Apalagi ketika melihat teman-temannya sepekerjaan.
Sonia berani menjamin kalau uang yang dia dapat itu halal. “Duit kita dapat dengan kerja keras, pontang-panting, kadang seharian penuh, kadang nggak ada liburnya, pulang bisa paling akhir kalau ada acara, dan ada target juga. Terus kenapa bisa dengan mudah menilai kalau SPG itu kerjaannya gampang?”

Percakapan saya dan Sonia pun saya akhiri sampai sini.