Senin, 16 Desember 2019

Komunikasi Politik

komunikasi politik

Tipe dan jenis pemilih dalam pemilu

 

menurut penelitian Malik (2018), pemilih Indonesia terbagia menjadi tiga jenis, yaitu pemilih emosional, pemilih rasional-emosional, dan pemilih rasional.  Pemilih emosional adalah pemilih yang memiliki hubungan emosional sangat kuat dengan identitas yang membentuk dirinya dari sejak lahir. Identitas itu bisa berbentuk dalam paham ideologis, agama, dan budaya.  
Cengiz Erisen (2018) membagi pemilih emosional menjadi dua, pemilih aktif dan pasif. Pemilih aktif emosional sangat gampang diidentifikasi, mereka akan sangat mudah terprovokasi dan sangat cepat merespons isu tersebut.
  Sedangkan pemilih pasif-emosional adalah pemilih yang tidak menampakkan emosinya secara terang benderang, biasanya pemilih ini cenderung menggunakan pola komunikasi diam (silent communication) karena mereka tidak menunjukkan pilihan mereka dan tidak ingin dinilai secara sosial dari pilihan mereka.   pemilih rasional-emosional adalah pemilih yang akan cenderung akan diam ketika melihat isu yang beragama, identitas, dan simbolik digaungkan karna mereka membutuhkan waktu untuk memproses informasi dan isu tersebut.   Pemilih rasional adalah pemilih yang mengesampingkan faktor emosional dalam memaknai suatu informasi. Proses analisa dalam pemilih rasional mengedepankan data yang afirmatif dan majemuk. Pemilih rasional mengedepankan komunikasi aktif dan terbuka, dalam artian mereka bisa menjawab secara terinci kenapa mereka membuat suatu pilihan politis.  Berikut tadi merupakan jenis dan tipe pemilih dalam pemilu. dan setelah saya cerna saya sendiri adalah tipe/jenis pemilih dalam pemilu yang bersifat pemilih pasif-emosional dikarenakan  saya tidak pernah secara langsung atau lewat media sosial dengan memberitahukan paslon mana yang saya dukung atau saya pilih, karna saya tidak ingin dinilai secara sosial hanya karna pilihan saya.