Selasa, 08 Juni 2021

Tulisan feature petugas PPSU

 Kebersihan Adalah Sebagian Dari Iman!


Dicky chandra atau yang biasa dipanggil  Dicky ini adalah seorang pemuda asal Nganjuk Jawa timur, walaupun usia nya masing terbilang muda yaitu 21 tahun, mungkin disaat teman teman yang sepantaran dengan ia lebih memilih untuk bekerja sebagai karyawan yang duduk di meja kantor dengan kemeja rapih ataupun beberapa teman nya yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, ia tidak malu untuk untuk melakukan pekerjaan sebagai petugas kebersihan.

Kehidupan ekonomi yang kurang dari kata cukup membuat Dicky harus rela banting tulang untuk membantu memenuhi kehidupan keluarganya. Sebelumnya, keluarga Dicky hanya bermodalkan sebuah warung kecil sebagai mata pencarian mereka. Akan tetapi, penghasilan dari usaha warung pun tidak mendapatkan banyak keuntungan, hanya cukup untuk biaya makan keluarga sehari-hari.

Kehidupan keras sedang ia rasakan saat ini. Ia bekerja setiap hari hanya untuk sesuap nasi dirinya dan keluarga. Meski ia sedang mengalami kehidupan yang cukup keras, tetapi tidak ada sedikit pun kata mengeluh yang ia lontarkan dari bibirnya. Ia hanya merasa bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Tuhan padanya.

 Selain itu, ia hanya ingin membantu meringankan beban orang tuanya karena tidak ada anak yang ingin melihat orang tuanya kesulitan. Setiap anak pasti ingin meringankan beban kedua orang tua mereka. Dengan bekerja sebagai petugas kebersihan, Dicky berharap dapat membantu perekonomian keluarganya. Ia tidak pernah malu untuk bekerja sebagai petugas kebersihan, Selagi pekerjaan itu baik dan tidak merugikan orang lain, ia tidak akan pernah malu. “Apa yang harus membuat saya malu bekerja sebagai petugas kebersihan," ujarnya.

Tanggung jawab yang dirasakan Reza cukup besar dalam pekerjannya,Setiap hari ia bekerja mulai pukul 08.00 sampai dengan 17.00 WIB. Dicky memulai pekerjaannya dengan membersihkan lorong-lorong kantor kelurahan, lalu menyapu, mengumpulkan dan membuang sampah sampah yang berserakan di jalanan hingga menyerok sampah di saluran air (GOT) agar tidak menghambat aliran air dan bisa menyebabkan banjir.

Sosok Dicky yang tangguh dan pemberani menjadi inspirasi bagi kita agar tidak mudah menyerah menghadapi persoalan hidup yang rumit dan kompleks. Selain itu, Dicky mempunyai harapan dan cita-cita untuk membahagiakan keluarganya terutama ibunya.

 

Senin, 07 Juni 2021

TULISAN FEATURE PEDAGANG SEMBAKO DI PASAR SENEN JAK-PUS

SELALU ADA HARAPAN, BAGI MEREKA YANG TETAP BERUSAHA 

 


Pagi itu masih terlalu pagi untuk memulai aktivitas. Namun tidak dengan Bang Heru, setiap pagi memang waktu dimana dia harus membuka toko sembako nya, merapikan dan menyiapkan setiap barang ataupun bahan bahan pokok yang hendak ia akan jual. 

Keberhasilannya dalam membuka toko sembako di pasar senen Jakarta pusat  telah mewujudkan mimpinya yang ingin memberikan contoh kepada orang banyak  bahwa dalam mencari nafkah selalu ada harapan bagi mereka yang tetap berusaha.

Hidup dengan segala macam rasa pahit tidak sama sekali meragukannya untuk terus berjuang mencari nafkah demi memberi keluarga nya makan. Apapun yang menghasilkan uang halal akan dikerjakan semampunya, tanpa mengeluh.
 
Usaha yang telah ia  jalani mulai tahun 2013 ini telah sedikit banyaknya mengubah kehidupannya. Walaupun di tengah persaingan toko sembako yang mewah dan juga mungkin produk yang dijual lebih lengkap, ia mengaku tak pernah minder dan tak merasa takut dengan persaingan itu. “Itu urusan rejeki ada Allah yang mengatur maka nya saya nggak takut ujar bang Heru, Tapi Memang betul, setiap hari nya Toko bang Heru ini tidak pernah kesepian akan pembeli, bang Heru pun ber-ujar bahwa ia sudah memiliki beberapa pelanggan yang tetap.
 
Bang Heru lahir pada Tahun 1991 umur 30 dia sendiri mengaku bahwa sebelum nya adalah perantau dari kota Semarang Ia merupakan hanya lulusan SMA dan Asal mula Heru dalam membuka toko sembako ini tidak mudah dan tidak instan. Banyak liku-liku kehidupan pengalaman pahit yang sudah menjadikan guru terbaik bagi dia. Dulu sebelum membuka toko sembako ini, sudah banyak pekerjaan yang sempat ia jalani. “Awal mula ia kerja menjadi pegawai toko lalu bersama saudara nya   membuka warung nasi tegal (warteg) kata Bang Heru, tetapi itu tidak bertahan lama.
Bermodalkan usaha dan doa bang Heru dibantu saudara nya mereka awal mula berjualan tidak langsung membuka toko karena uang yang tidak cukup untuk membayar uang sewa toko. Mereka pertama berdagang di pinggir kaki lima Pasar Senen. Perlahan tapi pasti ketika sudah banyak pembeli dan uang mulai terkumpul sedikit demi sedikit ditambah sisa uang tabungan , barulah ia memberanikan diri untukmenyewa toko kecil di pasar senen itu. “Walaupun terkadang tidak selalu ramai pembeli, Namanya juga usaha berdagang tidak setiap hari orang ramai membeli dan dagangan habis. Maju mundur usaha pasti ada, kadang ada juga masa sepinya begitulah romantika hidup.” ujar bang Heru Suka duka berdagang sembako ini tidak semulus yang dipikirkan mereka terkadang harga bahan-bahan pokok makanan yang naik menjadi alasan mereka.

Memang usaha tidak pernah mengkhianati hasil bagi mereka yang tetap berusaha, bang Heru kini merasa  telah banyak mimpi-mimpi kecil dalam perjalanan hidup nya yang kini dicapai dan menjadi kenyataan. Bahkan banyak juga rezeki yang datang secara tak diduga. Itulah mereka mempunyai cara untuk mensyukuri setiap kejadian yang terjadi dalam hidup mereka. 

Motto hidup atau kata-kata motivasi yang membuat bang Heru semangat dalam menjalani hari-hari adalah “Selalu ada harapan bagi mereka yang tetap berusaha.”