Selasa, 08 Juni 2021

Tulisan feature petugas PPSU

 Kebersihan Adalah Sebagian Dari Iman!


Dicky chandra atau yang biasa dipanggil  Dicky ini adalah seorang pemuda asal Nganjuk Jawa timur, walaupun usia nya masing terbilang muda yaitu 21 tahun, mungkin disaat teman teman yang sepantaran dengan ia lebih memilih untuk bekerja sebagai karyawan yang duduk di meja kantor dengan kemeja rapih ataupun beberapa teman nya yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, ia tidak malu untuk untuk melakukan pekerjaan sebagai petugas kebersihan.

Kehidupan ekonomi yang kurang dari kata cukup membuat Dicky harus rela banting tulang untuk membantu memenuhi kehidupan keluarganya. Sebelumnya, keluarga Dicky hanya bermodalkan sebuah warung kecil sebagai mata pencarian mereka. Akan tetapi, penghasilan dari usaha warung pun tidak mendapatkan banyak keuntungan, hanya cukup untuk biaya makan keluarga sehari-hari.

Kehidupan keras sedang ia rasakan saat ini. Ia bekerja setiap hari hanya untuk sesuap nasi dirinya dan keluarga. Meski ia sedang mengalami kehidupan yang cukup keras, tetapi tidak ada sedikit pun kata mengeluh yang ia lontarkan dari bibirnya. Ia hanya merasa bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Tuhan padanya.

 Selain itu, ia hanya ingin membantu meringankan beban orang tuanya karena tidak ada anak yang ingin melihat orang tuanya kesulitan. Setiap anak pasti ingin meringankan beban kedua orang tua mereka. Dengan bekerja sebagai petugas kebersihan, Dicky berharap dapat membantu perekonomian keluarganya. Ia tidak pernah malu untuk bekerja sebagai petugas kebersihan, Selagi pekerjaan itu baik dan tidak merugikan orang lain, ia tidak akan pernah malu. “Apa yang harus membuat saya malu bekerja sebagai petugas kebersihan," ujarnya.

Tanggung jawab yang dirasakan Reza cukup besar dalam pekerjannya,Setiap hari ia bekerja mulai pukul 08.00 sampai dengan 17.00 WIB. Dicky memulai pekerjaannya dengan membersihkan lorong-lorong kantor kelurahan, lalu menyapu, mengumpulkan dan membuang sampah sampah yang berserakan di jalanan hingga menyerok sampah di saluran air (GOT) agar tidak menghambat aliran air dan bisa menyebabkan banjir.

Sosok Dicky yang tangguh dan pemberani menjadi inspirasi bagi kita agar tidak mudah menyerah menghadapi persoalan hidup yang rumit dan kompleks. Selain itu, Dicky mempunyai harapan dan cita-cita untuk membahagiakan keluarganya terutama ibunya.

 

Senin, 07 Juni 2021

TULISAN FEATURE PEDAGANG SEMBAKO DI PASAR SENEN JAK-PUS

SELALU ADA HARAPAN, BAGI MEREKA YANG TETAP BERUSAHA 

 


Pagi itu masih terlalu pagi untuk memulai aktivitas. Namun tidak dengan Bang Heru, setiap pagi memang waktu dimana dia harus membuka toko sembako nya, merapikan dan menyiapkan setiap barang ataupun bahan bahan pokok yang hendak ia akan jual. 

Keberhasilannya dalam membuka toko sembako di pasar senen Jakarta pusat  telah mewujudkan mimpinya yang ingin memberikan contoh kepada orang banyak  bahwa dalam mencari nafkah selalu ada harapan bagi mereka yang tetap berusaha.

Hidup dengan segala macam rasa pahit tidak sama sekali meragukannya untuk terus berjuang mencari nafkah demi memberi keluarga nya makan. Apapun yang menghasilkan uang halal akan dikerjakan semampunya, tanpa mengeluh.
 
Usaha yang telah ia  jalani mulai tahun 2013 ini telah sedikit banyaknya mengubah kehidupannya. Walaupun di tengah persaingan toko sembako yang mewah dan juga mungkin produk yang dijual lebih lengkap, ia mengaku tak pernah minder dan tak merasa takut dengan persaingan itu. “Itu urusan rejeki ada Allah yang mengatur maka nya saya nggak takut ujar bang Heru, Tapi Memang betul, setiap hari nya Toko bang Heru ini tidak pernah kesepian akan pembeli, bang Heru pun ber-ujar bahwa ia sudah memiliki beberapa pelanggan yang tetap.
 
Bang Heru lahir pada Tahun 1991 umur 30 dia sendiri mengaku bahwa sebelum nya adalah perantau dari kota Semarang Ia merupakan hanya lulusan SMA dan Asal mula Heru dalam membuka toko sembako ini tidak mudah dan tidak instan. Banyak liku-liku kehidupan pengalaman pahit yang sudah menjadikan guru terbaik bagi dia. Dulu sebelum membuka toko sembako ini, sudah banyak pekerjaan yang sempat ia jalani. “Awal mula ia kerja menjadi pegawai toko lalu bersama saudara nya   membuka warung nasi tegal (warteg) kata Bang Heru, tetapi itu tidak bertahan lama.
Bermodalkan usaha dan doa bang Heru dibantu saudara nya mereka awal mula berjualan tidak langsung membuka toko karena uang yang tidak cukup untuk membayar uang sewa toko. Mereka pertama berdagang di pinggir kaki lima Pasar Senen. Perlahan tapi pasti ketika sudah banyak pembeli dan uang mulai terkumpul sedikit demi sedikit ditambah sisa uang tabungan , barulah ia memberanikan diri untukmenyewa toko kecil di pasar senen itu. “Walaupun terkadang tidak selalu ramai pembeli, Namanya juga usaha berdagang tidak setiap hari orang ramai membeli dan dagangan habis. Maju mundur usaha pasti ada, kadang ada juga masa sepinya begitulah romantika hidup.” ujar bang Heru Suka duka berdagang sembako ini tidak semulus yang dipikirkan mereka terkadang harga bahan-bahan pokok makanan yang naik menjadi alasan mereka.

Memang usaha tidak pernah mengkhianati hasil bagi mereka yang tetap berusaha, bang Heru kini merasa  telah banyak mimpi-mimpi kecil dalam perjalanan hidup nya yang kini dicapai dan menjadi kenyataan. Bahkan banyak juga rezeki yang datang secara tak diduga. Itulah mereka mempunyai cara untuk mensyukuri setiap kejadian yang terjadi dalam hidup mereka. 

Motto hidup atau kata-kata motivasi yang membuat bang Heru semangat dalam menjalani hari-hari adalah “Selalu ada harapan bagi mereka yang tetap berusaha.”


Senin, 09 Maret 2020

Kominfo Menyelenggarakan Seminar Melawan Berita Hoax



Jakarta, Kominfo - Untuk membatasi Penyebaran Informasi Hoax tentang Virus corona di kalangan masyarakat yang semakin Menjamur, Kementerian komunikasi dan Informasi (Kominfo) Mengadakan Seminar yang dilaksanakan di Ruang Anantakupa, Gedung Kementerian kominfo Jakarta, Senin (9/03/2020).

Diharapkan Seminar ini Diadakan untuk memberikan penambahan informasi kepada Masyarakat tentang, Bagaimana Melawan Berita Hoax.

Menurut Samuel Abrijani Pangarepan, Selaku Direktur Jendral Aplikasi dan Informatika Kominfo, Mengatakan Bahwa berita Hoax itu Hanya bisa dilawan dengan mengunakan Literasi Digital. dengan Menguasai Literasi digital tersebut kita menjadi semakin lebih awas terhadap Berita di dunia digital dan tidak mudah Percaya Jika sumber berita nya tidak Jelas.


Sedangkan Perwakilan dari Kantor Staf Ke-presidenan, berpendapat bahwa Problem utama dari Insiden Virus Corona ini adalah Bukan Penyakit nya, Akan tetapi Rumor, Ketakutan, dan Stigma Negatif tentang Isu Virus Corona tersebut yang dianggap banyak yang tidak relevan atau Simpang siur kebenaran nya.

maka dari itu Menyarankan agar semua elemen Masyarakat saling bekerja sama untuk melawan berita Hoax tentang Covid19 ini, yaitu dengan cara Mencari Fakta atau Kebenaran nya Ketika ada isu isu yang berkaitan dengan virus Corona dan Juga tetap Menjaga Solidaritas untuk tidak menyebarkan Berita berita yang belum Jelas Kebenaran nya.

Senin, 16 Desember 2019

Komunikasi Politik

komunikasi politik

Tipe dan jenis pemilih dalam pemilu

 

menurut penelitian Malik (2018), pemilih Indonesia terbagia menjadi tiga jenis, yaitu pemilih emosional, pemilih rasional-emosional, dan pemilih rasional.  Pemilih emosional adalah pemilih yang memiliki hubungan emosional sangat kuat dengan identitas yang membentuk dirinya dari sejak lahir. Identitas itu bisa berbentuk dalam paham ideologis, agama, dan budaya.  
Cengiz Erisen (2018) membagi pemilih emosional menjadi dua, pemilih aktif dan pasif. Pemilih aktif emosional sangat gampang diidentifikasi, mereka akan sangat mudah terprovokasi dan sangat cepat merespons isu tersebut.
  Sedangkan pemilih pasif-emosional adalah pemilih yang tidak menampakkan emosinya secara terang benderang, biasanya pemilih ini cenderung menggunakan pola komunikasi diam (silent communication) karena mereka tidak menunjukkan pilihan mereka dan tidak ingin dinilai secara sosial dari pilihan mereka.   pemilih rasional-emosional adalah pemilih yang akan cenderung akan diam ketika melihat isu yang beragama, identitas, dan simbolik digaungkan karna mereka membutuhkan waktu untuk memproses informasi dan isu tersebut.   Pemilih rasional adalah pemilih yang mengesampingkan faktor emosional dalam memaknai suatu informasi. Proses analisa dalam pemilih rasional mengedepankan data yang afirmatif dan majemuk. Pemilih rasional mengedepankan komunikasi aktif dan terbuka, dalam artian mereka bisa menjawab secara terinci kenapa mereka membuat suatu pilihan politis.  Berikut tadi merupakan jenis dan tipe pemilih dalam pemilu. dan setelah saya cerna saya sendiri adalah tipe/jenis pemilih dalam pemilu yang bersifat pemilih pasif-emosional dikarenakan  saya tidak pernah secara langsung atau lewat media sosial dengan memberitahukan paslon mana yang saya dukung atau saya pilih, karna saya tidak ingin dinilai secara sosial hanya karna pilihan saya.             

Rabu, 30 Oktober 2019

Kecelakaan maut di jalan Senopati raya

Nama : David cister (2016371650020)
Matkul : tulisan feature dan laporan mendalam

Pada hari Minggu (27/10/2019) dini hari tadi, Terjadi kecelakaan mengenaskan di jalan Senopati raya, kebayoran baru, Jakarta Selatan.

Korban diketahui bernama asep kamil (50) yaitu seorang satpam di salah satu apotek di jalan Senopati raya jakarta-selatan.

Mendengar kabar kematian suami nya, Susan (48) terkejut dan langsung menangis sejadi jadi nya seolah tidak rela karena akan ditinggalkan oleh suami yang paling dicintai nya tersebut selama lama nya.

Susan mengatakan jikalau sebelum kejadian dia seperti mendapatkan firasat akan kematian dari suami nya tersebut, dia mendapatkan firasat itu ketika sedang membersihkan kamar dan melihat foto suami nya itu terjatuh dengan sendiri nya dan bingkai kaca nya pun pecah berhamburan.

Menurut pengakuan istri nya, semasa hidup nya  asep adalah orang baik dan sanggat mencintai keluarga. Dan dia adalah pribadi yang sanggat bekerja keras demi menafkahi keluarganya tersebut.

Dilingkungan pekerjaan nya pun Asep adalah dikenal sebagai pribadi yang jujur dan orang yang berdedikasi tinggi terhadap pekerjaan nya.

Dan tersangka tersendiri mengaku pun akan bertanggung jawab atas perilaku yang dia perbuat dengan membantu dalam bentuk uang kepada keluarga korban.














Selasa, 08 Oktober 2019

Pengertian mengemukakan pendapat

Pendapat secara umum diartikan sebagai buah gagasan atau buah pikiran.Mengemukakan pendapat berarti mengemukakan gagasan atau mengeluarkan pikiran.Jadi,kemerdekaan menyampaikan pendapat adalah hak setiap warga negara untuk menyampaikan pikiran dengan lisan dan tulisan,serta sikap-sikap lain secara bebas dan bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pada hakekatnya kemerdekaan mengeluarkan pendapat sebagai perwujudan hak dan tanggung jawab berdemokrasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.Dalam kehidupan negara Indonesia,seseorang yang mengemukakan pendapatnya atau mengeluarkan pikirannya dijamin secara konstitusional.Hal itu dinyatakan dalam UUD 1945 Pasal 28,bahwa kemerdekaan berserikat dan berkumpul,mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang.

Adapun cara mengemukakan pendapat di muka umum dengan baik dan benar adalah :

1.Memikirkan Terlebih Dahulu Pendapat Yang Akan di Sampaikan

Memikirkan terlebih dahulu mengenai pendapat yang akan disampaikan di muka umum adalah sesuatu yang penting. Terkadang dalam menyampaikan pendapatnya, manusia tidak memikirkan terlebih dahulu dampak yang mungkin ditimbulkan dari pendapat yang dilontarkan. Bisa saja, pendapat yang dilontarkan justru akan merugikan diri sendiri maupun orang lain. Oleh karena itu, sebelum pendapat dilontarkan, perlu dilakukan kajian dan analisis yang mendalam untuk meminimalisir 

2. Didasarkan Pada Akal Sehat
Cara mengemukakan pendapat perlu didasarkan pada akal sehat agar orang lain dapat menerima informasi yang terkandung di dalam pendapat dengan baik. Didasarkan pada akal sehat tentunya berlandaskan kepada fakta-fakta empiris dan tidak berkesan mengada-ada. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memperlajari teori atau fakta-fakta yang berkaitan dengan pendapatnya agar pendapat yang disampaikan menjadi kuat secara teori dan fakta. Sedapat mungkin, akal sehat yang menjadi dasar dalam menyampaikan pendapat tetap berpegang teguh pada Pancasila sebagai filsafat. Tujuannya, selain didasarkan pada teori maupun fakta, pendapat yang disampaikan juga berlandaskan pada filsafat terkandung dalam Pancasila.
3. Mengutamakan Kepentingan Umum
Dalam suatu forum yang terdapat di lingkungan masyarakat, demokrasi harus ditegakkan secara menyeluruh khususnya dalam proses penyampaian pendapat. Pendapat yang disampaikan di dalam forum haruslah mengutamakan kepentingan umum, bukan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat dapat merasakan manfaat kehidupan demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat dan kebijakan yang ditujukan pada kepentingan umum dapat terlaksana dengan baik. Oleh karena itu, setiap masyarakat yang terlibat dalam penyampaian pendapat dalam forum sebaiknya menahan diri untuk demi kepentingan bersama.
4. Menyampaikan Dengan Sopan
Pendapat yang akan disampaikan harus disertai dengan rasa sopan. Seseorang tidak dianjurkan untuk menyampaikan pendapat dengan cara yang tidak dikehendaki agar tidak memperkeruh suasana di dalam forum tersebut. Penyampaian pendapat harus dilakukan dengan sopan dan disertai dengan kepala dingin agar tidak menjadi konflik sosial dalam masyarakat khususnya yang terlibat di dalam forum.
5. Tidak Menyinggung SARA
Sedapat mungkin pendapat yang disampikan tidak menyinggung suku, agama, ras maupun antar golongan tertentu. Penyinggungan terhadap SARA sangat tidak dianjurkan karena dapat menjadi salah satu faktor penyebab konflik sosial di dalam masyarakat. Walaupun pada saat menyampaikan pendapat SARA tidak sengaja disinggung, orang yang menyampaikan pendapat tersebut harus dapat mempertanggungg jawabkan pendapatnya karena pembahasan terhadap SARA adalah bahasan yang sensitif di kalangan masyarakat di Indonesia.
6. Tidak Memaksakan Pendapat
Sebagai masyarakat yang memegang teguh asas-asas demokrasi Pancasila yang bersumber pada sila Pancasila, pemaksaan pendapat di dalam suatu forum sedapat mungkin dihindari. Pemaksaan pendapat yang terjadi di dalam suatu forum masyarakat dapat membuat situasi menjadi keruh dan tidak terkendali. Bahkan, bisa saja pemaksaan pendapat ini menimbulkan kekerasan secara verbal maupun fisik yang dapat berujung pada tindak pidana. Sekali lagi, perlu adanya pikiran yang jernih dan kesabaran yang tinggi dalam menyampaikan pendapat di muka umum agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi.
7. Tidak Memotong Pembicaraan
Walaupun kebebasan atau kemerdekaan berpendapat dijamin oleh undang-undang, seseorang tidak bisa begitu saja memotong pembicaraan yang sedang berlangsung untuk menyampaikan pendapatnya. Sebaiknya, seseorang tersebut menunggu terlebih dahulu sampai proses pembicaraan selesai, barulah pendapatnya disampaikan. Di dalam masyarakat Indonesia, memotong pembicaraan yang sedang berlangsung adalah perbuatan yang tidak sopan dan melanggar norma-norma dalam masyarakat.
8. Menerima Usulan atau Kritik
Dalam proses demokrasi, usul atau kritik merupakan hal cara mengemukakan pendapat yang sering dilontarkan oleh orang lain kepada kita maupun kepada kelompok lain. Usul dan kritik yang dilontarkan bisa saja bertentangan dengan apa yang ada di dalam pikiran atau nurani kita. Namun, sebagai masyarakat yang mengimpelementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, usul atau kritik yang ditujuakan kepada kita sebaiknya diterima dengan lapang dada. Usul maupun kritikan yang kita terima dapat dijadikan sebagai bahan merefleksikan diri untuk menjadikan hidup lebih baik dan bermakna di dalam kehidupan bermasyarakat.
9. Berlapang Dada Jika Pendapatnya di Tolak
Ditolaknya pendapat dalam suatu forum merupakan hal yang wajar. Peserta forum tentunya mempunyai pertimbangan khusus yang menjadi alasan mengapa pendapat tersebut ditolak. Sebagai masyarakat yang meyakini Pancasila sebagai kepribadian bangsa Indonesia yang tercermin dalam diri, pendapat yang ditolak sebaiknya diterima dengan lapang dada dan tidak berkecil hati. Mungkin saja penolakan terhadap pendapat yang disampaikan kurang atau tidak mewakili kepentingan orang banyak.
10. Melaksanakan Keputusaan Bersama Sekalipun Bukan Pendapatnya
Dalam proses demokrasi, musyarawah merupakan salah satu cara untuk memutuskan suatu tindakan atau kebijakan yang ditujukan untuk orang banyak. Jika dijalankan dengan baik, maka manfaat musyarawarah dalam kehidupan sehari-hari dapat dirasakan oleh semua angora forum. Oleh karena itu, setiap anggota forum harus dapat menghargai apa yang menjadi keputusan bersama sekalipun keputusan yang dihasilkan bukan merupakan pendapatnya.
Demikianlah cara-cara umum untuk mengemukakan pendapat di muka umum secara baik dan benar. Cara-cara inilah yang harus kita pegang teguh agar proses penyampaian pendapat sebagai wujud proses demokrasi dapat berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan harapan dan keinginan masyarakat. Kiranya artikel ini dapat berguna bagi pembaca sekalian

Jumat, 26 Juli 2019

Pendidikan di Indonesia pada Masa Penjajahan Jepang

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Pendidikan di Indonesia pada Zaman Penjajahan Jepang_Pada tahun 1942 Jepang secara resmi menguasai Indonesia setelah panglima tertinggi Belanda menyerah. Pada masa Jepang ini, pendidikan yang sebelumnya telah berjalan saat penjajahan Belanda telah diberhentikan. Semua sekolah yang ada ditutup dan kembali dibuka setelah diberlakukannya sistem baru yang berbeda dari sistem pendidikan Belanda. Sistem baru pendidikan di zaman penjajahan Jepang ini dibuat untuk menarik simpati rakyat Indonesia.
Pendidikan di Indonesia pada Zaman Penjajahan Jepang Pendidikan di Indonesia pada Masa Penjajahan Jepang
Nah, untuk lebih jelasnya tentang sejarah pendidikan di Indonesia pada masa penjajahan Jepang, berikut ulasan lengkapnya.

Sistem Pendidikan
Sistem pendidikan pada masa penjajahan Jepang terbagi atas beberapa bagian.

1. Pendidikan Dasar (Gokumin Gakko)
Sekolah dasar atau sekolah rakyat dinunakan sebagai tempat untuk pembelajaran pendidikan dasar. Sekolah dasar dilakukan selama 6 tahun dan sekolah ini diperuntukkan bagi semua rakyat Indonesia tanpa adanya perbedaan status. Sistem ini memberikan keuntungan yang besar bagi rakyat Indonesia, sebab semua kalangan terutama dari golongan bawah dapat menikmati pendidikan yang setara dengan golongan atas.

2. Pendidikan Lanjutan (Shoto Chu Gakko)
Pendidikan lanjutan pada masa penjajahan Jepang dilakukan selama 3 tahun. Pendidikan lanjutan atau yang sekarang kita kenal dengan Sekolah Menengah Pertama (SMP) memberikan pendidikan lanjutan kepada siswa yang telah selesai menyelesaikan pendidikan dasarnya.

3. Pendidikan Menengah (Chu Gakko)
Pendidikan menengah atau Sekolah Menengah Atas (SMA) sebutannya saat ini, dilakukan selama 3 tahun. Pendidikan menengah memberikan pembelajaran yang lebih terarah berdasarkan hasil pembelajaran pada pendidikan lanjutan.

4. Pendidikan Kejuruan (Kogyo Gakko)
Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan lanjutan dimana pembelajarannya lebih spesifik dan terperinci. Pendidikan ini lebih mengutamakan keahlian yang akan didapatkan siswa untuk terjun ke masyarakat.

5. Pendidikan Tinggi
Jenjang pendidikan Universitas pada masa penjajahan Jepang tidak diberlakukan, tapi jenjang tersebut diganti dengan pendidikan tinggi. Pendidikan tinggi yang dibuka oleh pemerintah Jepang adalah Sekolah Tinggi Kedokteran dan Sekolah Tinggi Teknik Bandung.

Selain pembentukan sistem baru dalam pendidikan Indonesia, Jepang juga mulai mencari simpati rakyat Indonesia dengan mengadakan pelatihan kepada guru-guru yang ada.

Adapun isi materi pelatihan yang diberikan oleh pemerintah Jepang sebagai berikut:
  • Penanaman ideologi Hakko Ichiu yang merupakan slogan persaudaraan yang diciptakan Jepang untuk kawasan Asia Timur Raya.
  • (Nippon Seisyin) Melatih guru secara militer berserta sifat semangat Jepang dalam mendidik siswanya
  • Memberikan pelatihan berupa bahasa Jepang, sejarah Jepang dan adat istiadat Jepang
  • Mengikuti kegiatan keolahragaan Jepang serta dapat menyanyikan lagu Jepang.
Tak hanya guru-gurunya yang mendapatkan pelatihan, para sisiwa yang menempuh pendidikan juga mendapatkan pembinaan dari pemerintah Jepang. Pembinaan ini bertujuan membentuk kedisiplinan siswa serta ketaatan siswa terhadap kewajiban yang harus dilakukan setiap hari di sekolah. Adapun kewajiban tersebut seperti:
  • Dapat menyanyikan lagu kebangsaan Jepang (Kimigato) pada pagi hari disetiap harinya
  • Mengibarkan Hinomura atau bendera Jepang serta menunduk menghadap timur untuk menghormati Tenno Haika Kaisar Jepang di setiap paginya.
  • Melakukan sumpah setia (Dai Toa) pada cita-cita Asia Raya
  • Melakukan senam Jepang (Taiso) setiap pagi harinya
  • Pelatihan fisik ala militer jepang
  • Menggunakan bahasa pengantar berupa bahasa Indonesia selain bahasa Jepang.

Demikian tentang pendidikan yang terjadi di masa penjajahan Jepang. Dan tentunya, sistem yang dibuat oleh pemerintahan Jepang, sedikit banyak masih diberlakukan oleh pemerintah Indonesia sampai saat ini.
Sumber https://www.websitependidikan.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.